Part I
Aku dengar bawang putih bisa memperkuat ingatan
Aku coba memakannya karna aku mulai lupa, betapa indahnya senyummu saat itu
Namun sayang teryata bukan hanya ingatan tentang senyummu yang ku ingat, tetapi juga ingatan tentang diri mu yang masih mengingat dirinya
Part II
Camar-camar begitu lepas terbang di udara
Ku harap aku juga sama
bisa begitu lepas dari mengingatnya
Part III
Sepertinya Tuhan itu tidak adil
Habis, bagaimana bisa Ia menghimpun segala indahnya dunia dalam sebuah tatapan mata?
Part IV
Sering kali aku terdiam bukan sebab ingin acuhkan nya
Namun aku sedang
berpikir keras apa yang akan katakan pada nya
Walau pada akhirnya hanya
sering sisakan sunyi
Part V
Kau
pernah
bertanya, mengapa ku selalu menghindar dari mu di kala hujan? Dan aku
pun menjawab “Payung yang ku bawa memang bisa menahan derasnya hujan
yang terjatuh dari langit, tapi bagaimana mungkin bisa menahan derasnya
pesona saat kau mulai menatap?
Gunakanlah waktu mu sebaik mungkin.. Trust me!! You never know what will you get or create later
Entri Populer
-
A: Andai Saja Carl Marx masih hidup,, Pasti dia akan ngejudge kamu kapitalis B: Kenapa? Ko bisa begitu :( A :Ya jelas, itu semua karena...
-
Sekarang jelas. Aku hilang arah.. Tak tau lagi yang mana yang harus kudulukan. Semuanya seakan menyatu, menari bersama dalam pikirku...
-
Aku adalah indahnya sepotong memori di waktu senja . Bersama menikmati indahnya langit yang merona. Hembusan angin yang mulai menggod...
-
You always have my unspoken passion Altough I might not seem to care Apakah kita memikirkan hal yang sama Atau i...
-
Dalam sibuknya diri di hari yang sunyi Ku seka lelah dengan bersandar di dinding Detik demi detik terlalui, Seperti biasa tak ada ya...
-
"Mencintai mu adalah takdir" "Memiliki mu adalah nasib" entah kemana nasib akan membawa ku ~
-
- - sungguh tak pernah ku kira kau merekah indah bagai bunga sakura yang terbang terbawa angin sejukkan dada melihatmu ku sungguh ...
-
Aku bukanlah seperti yang terlihat dari permukaan Aku adalah kegelapan yang ditutupi cahaya ...
-
Dalam ruh dan raga yang sempurna Terkadang tak kusadari ada sesuatu yang hilang di dalam jiwa Entah terlupa atau sengaja Tak bisa ku ...
-
Jadi gini ceritanya, gue ini termasuk orang yang suka lama di kamar mandi. Bukan karena macem-macem ya, tp pure karna gw suka mnikmati mome...
Minggu, 22 Desember 2013
Mencintai dan Memiliki
"Mencintai mu adalah takdir"
"Memiliki mu adalah nasib"
entah kemana nasib akan membawa ku~
Selasa, 24 September 2013
Pesan untuk Pemburu Masa Lalu
Sebuah makna yang dalam untuk mu, wahai pemburu masa lalu:
Tak kan ku kejar kereta yang telah berangkatSebagaimana Ia yang takkan kembali untuk ku yang terlambatHanya terdiam, dan kembali menunggu..
Seindah apapun kisah yang telah engkau lalui bila saatnya untuk berhenti, berhentilah. Terperangkap dalam ruang nostalgia hanya akan menghambat mu menemukan kisah yang baru. Percayalah niscaya Tuhan memiliki skenario yang jauh lebih indah dari apa yg pernah engkau bayangkan
Rabu, 07 Agustus 2013
Sebuah Akhir
Haruskah segalanya berakhir dengan
kesempurnaan?
Kini engkau mulai menghilang. Tanpa ada kata yang terucap engkau terus melangkah, jauh menjauh dari tempat ku berpijak. Sesederhana itu kah engkau tuk pergi?Mengawali kisah dengan sebuah tanya. Ku habiskan waktu untuk sekedar merenung, menanti sebuah pertemuan. Menunggu dalam ketidakpastian yang tak pernah bisa ku jawab dengan pasti. Sekejap ku menjelma menjadi ahli hitung, dalam satu satuan waktu ku mengukur seberapa jauh jarak kita tuk bertemu. Mungkin terdengar sendu bagi mu, tapi inilah yang ku rasa. Karena bila kau tahu, jauh dalam agungnya bukit dan landainya cemara tubuh ini bergetar saat ku tahu akan bertemu dengan mu.Melebihi fasihnya para sufi saat ku mengucap nama mu, melebihi lembutnya para rahib saat ku menanti diri mu. Sungguh, jauh di lubuk hati yang terdalam ku selalu menanti diri mu. Sebab bila pedang lukai tubuh masih ada harapan tuk sembuh namun bila rindu lukai hati kemana obat harus dicari? Tak perlu malu tuk sekedar mengamini, bukankah obat dari segala rindu hanyalah waktu.Hari penantian pun tiba. Kini kau mulai hadir di sisi. Pada awalnya tak ada satu waktu yang terbuang, tanpa berlindung dalam teduhnya bayang mu. Layaknya sepasang kekasih yang memadu cinta, kita sulit terpisah. Namun seiring berjalannya waktu ku mulai terlupa. Seakan sensasi mulai memudar atau kadar insulin yang mulai menurun. Aku tak mengerti. Mulai ku tanya diri, apakah benar emosi ini atau sekedar persona? yang ku ungkapkan pada dunia kalau aku benar-benar menanti diri mu. Apakah selama ini ku lapisi diriku denga kain kepalsuan, yang tertutup erat-erat hingga bila ada yang melihat diri ku maka mereka akan berkata “kau memang jiwa yang merindu”? Oh Ya Rabb, maafkan lah aku.Karena aku jauh dari kata sempurna, berharap takwa pun masih tak pantas rasanya. Memang aku adalah mahluk yang mendua, kadang khilaf kadang salah. Ramadhan yang kau sediakan bagi ku untuk menjadi pribadi yang lebih baik tak ku manfaatkan dengan sempurna. Selalu ada penyesalan yang tertinggal saat engkau mulai pergi. Entah ini tandakan karatnya hati atau memang rasa abadi saat Ramadhan mulai pergi.Oh Tuhan. Saat ku mulai tersadar, waktu kian menipis. Masihkah ada siswa waktu untuk maksimalkan ramadhan tahun ini? Nampaknya aku terlambat. Yang hanya bisa kulakukan hanyalah berlari hingga ke sudut tergelap dari malam hanya untuk mengantar diri mu pada ujung ikhlas ku. walau aku tahu takkan ada yang bisa menjamin untuk kita kan bertemu.
Rabu, 17 Juli 2013
Kamis, 20 Juni 2013
Samurai dan Cinta
Saat yang sulit ketika kita memiliki samurai yang tajam adalah tetap menjaganya dalam sarung pedang. Begitu pun dengan cinta yang suci, sanggupkah kau untuk tetap menahannya di dalam hati?
Hingga kau siap menghampiri
Kamis, 09 Mei 2013
Harus (kah) Kembali
Semenjak ku pikir tuk pergi, entah kemana kan labuhkan hati. Hanya berjalan mengikuti riuh angin yang berhembus dan pada akhirnya ku terdampar di negeri antah berantah, negeri yang tak pernah ku kenal. Negeri yang ku kira ramah pada ku ternyata tak sesuai harapan. Sunyi, hingga ku dapat mendengar aliran darah ini.Katup mata yang mulai melayu tak menjamin hati ini untuk melepas. Karena rasa yang ditabur makna takkan sirna sekejap mata. Dan dalam seketika aku pun menjelma menjadi ahli rindu. Yang begitu syahdu saat mengingat diri mu. Namun itu semua hanyalah kenangan, yang tertinggal di dalam ingatanSaat ku mulai beranjak pergi, segaris senyum di wajah itu meluluhkan hati. Haruskah aku kembali? Sungguh ku tak percaya..
Langganan:
Postingan (Atom)


