Entri Populer

Rabu, 17 Juli 2013

Tanya dan Hujan




Kau pernah bertanya, mengapa ku selalu menghindar dari mu di kala hujan? Dan aku pun menjawab “Payung yang ku bawa memang bisa menahan derasnya hujan yang terjatuh dari langit,

Tapi

bagaimana mungkin bisa menahan derasnya pesona saat kau mulai menatap?

*sejenak kau pun terdiam dan aku pun tersenyum


Kamis, 20 Juni 2013

Samurai dan Cinta



Saat yang sulit ketika kita memiliki samurai yang tajam adalah tetap menjaganya dalam sarung pedang. Begitu pun dengan cinta yang suci, sanggupkah kau untuk tetap menahannya di dalam hati?

Hingga kau siap menghampiri


Kamis, 09 Mei 2013

Harus (kah) Kembali







Semenjak ku pikir tuk pergi, entah kemana kan labuhkan hati. Hanya berjalan mengikuti riuh angin yang berhembus dan pada akhirnya ku terdampar di negeri antah berantah, negeri yang tak pernah ku kenal. Negeri yang ku kira ramah pada ku ternyata tak sesuai harapan. Sunyi, hingga ku dapat mendengar aliran darah ini.

Katup mata yang mulai melayu tak menjamin hati ini untuk melepas. Karena rasa yang ditabur makna takkan sirna sekejap mata. Dan dalam seketika aku pun menjelma menjadi ahli rindu. Yang begitu syahdu saat mengingat diri mu. Namun itu semua hanyalah kenangan, yang tertinggal di dalam ingatan

Saat ku mulai beranjak pergi, segaris senyum di wajah itu meluluhkan hati. Haruskah aku kembali? Sungguh ku tak percaya..

Minggu, 05 Mei 2013

Harus Pergi (?)




 
Tidak semuanya harus ku simpan di dalam sini. Mesti ku harus menikamnya secara perlahan detik demi detik, kenangan. 

Bukan karena tak lagi perduli bahkan jauh dalam agungnya bukit dan landainya cemara tak satu waktu pun bisa terlepas dari bayangnya. Pipi yang basah ini akan selalu jadi saksi atas setiap doa yang mengangkasa, terbang bersama alunan rindu menuju Sang Pencipta..

Minggu, 28 April 2013

Pemuda Sedingin Salju (2)



Seperti biasa, langit yang ku tatap masih langit yang sama. Terhampar gumpalan putih yang  tersusun di muka , layaknya kekasih yang sedang memadu cinta. Bertebaran di langit biru nan mega. ohh sungguh pemandangan ini suguhkan sebuah drama yang ingin kau jumpa. Segaris rona jingga pun mulai menyapa dunia. Nampaknya sudah satnya aku harus mulai bergegas. *sambil menggigit roti saat bergegas

Memecah heningnya kota dengan suara langkah yang menggema.. Ku tapakkan kaki yang satu di depan kaki yang lain. Menghirup segarnya nafas pepohonan, tak terasa sampailah aku di tempat tujuan.

Hening, tak nampak tanda-tanda kehidupan di sini. Ku lihat pergelangan tangan ku, ku coba mengintip jam berapa sekarang dan ternyata aku lupa waktu itu aku tak sempat memakai jam tangan haha. Ya sudahlah namanya juga hari yang baru, semangat pun masih menggebu. Ku keluarkan handphone ku dan ternyata waktu masih menunjukkan pukul 7 pagi

Selasa, 16 April 2013

Pemuda Sedingin Salju (1)




Masih jelas dalam benak ku, saat pertama kali ku bertemu diri mu.. Malu rasanya bila kenangan itu harus kembali mengetuk alam bawah sadarku. Menyajikan sekotak memori yang selalu aku takut selami. entah kenapa aku begitu takutnya untuk membuka kembali mungkin bukan aku takut membuka, namun yang kutakutkan adalah rasa yang tersimpan di dalamnya..


Ingat kah engkau saat kita saling melintas di ruang yang sama, namun belum ada kata? Dan tanpa terasa waktu pun perlahan mati, semua mulai memudar saat kita saling menatap.

Kamis, 11 April 2013

Sapa Sang Embun



"sulit bagi ku untuk menyamarkan kerinduan ini, rindu yang tak berpangkal rindu yang tak berujung"

- Sapa embun pada kelopak daun